Usung Tema "Atma Kerti Udiana Purnaning Jiwa", SMAN 1 Banjar Rayakan Bulan Bahasa Bali 2026
Banyuatis – Dalam upaya menjaga nyala api kelestarian budaya di tengah arus modernisasi, SMA Negeri 1 Banjar sukses menyelenggarakan perayaan Bulan Bahasa Bali Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini mengusung tema mulia, "Atma Kerti Udiana Purnaning Jiwa".
Perayaan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan implementasi nyata dari Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018. Tujuannya tegas yaitu melestarikan, mengembangkan, dan memuliakan bahasa, aksara, serta sastra Bali sebagai warisan adiluhur yang menjadi jati diri masyarakat Bali.
Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam berbagai bidang, dari sastra hingga seni modern. Kemeriahan acara dibagi ke dalam dua hari pelaksanaan yang padat akan kreativitas siswa. Hari pertama fokus pada penguatan kompetensi literasi dan sastra. Berbagai lomba bergengsi digelar, mulai dari Pidarta (pidato bahasa Bali), Debat bahasa Bali, Nyurat (menulis aksara Bali), hingga seni Baligrafi yang memukau. Hari kedua suasana berubah menjadi lebih semarak dengan pagelaran budaya. Panggung sekolah dihiasi dengan lomba Fashion Show busana adat Bali dan berbagai Pentas Seni. Acara ditutup dengan pengumuman pemenang lomba yang dinanti-nantikan oleh seluruh warga sekolah.
Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib dan lancar. Yang paling membanggakan adalah antusiasme para siswa sebagai generasi muda terlihat sangat tinggi. Mereka tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi benar-benar meresapi setiap perlombaan dengan semangat kompetisi yang sehat dan rasa bangga akan budayanya sendiri, yaitu budaya Bali.
"Kami berharap melalui kegiatan ini, anak-anak sebagai generasi muda Bali mau senantiasa menjaga eksistensi, membina, dan mengembangkan bahasa, aksara, dan sastra Bali agar tidak punah ditelan zaman," ujar Putu Ayu Purnawati, S, Pd. B., selaku Waka Humas SMA Negeri 1 Banjar.
Lebih dari sekadar memenangkan piala, tujuan jangka panjang dari kegiatan ini adalah menumbuhkan rasa cinta dan bangga di hati para siswa untuk menggunakan bahasa Bali dalam interaksi sehari-hari di lingkungan sekolah. Dengan mencintai bahasanya, maka identitas Bali akan tetap kokoh berdiri meski dunia terus berubah.
0 Komentar