Hari Raya Galungan dan Kuningan
Umat Hindu memiliki aneka ragam hari besar yang dirayakan setiap tahun, salah satunya Hari Raya Galungan. Hari Raya Galungan dirayakan oleh umat Hindu setiap enam bulan Bali (210 hari), tepatnya pada hari Buddha Kliwon Dungulan (Rabu Kliwon wuku Dungulan). Tahun ini, Hari Raya Galungan jatuh pada 2 Agustus 2023, yang diperingati sebagai hari kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan).
Hari Raya Galungan juga merupakan hari di mana umat Hindu memperingati terciptanya alam semesta beserta seluruh isinya. Dalam perayaan Galungan, umat Hindu melakukan ibadah dan rangkaian prosesi ritual, misalnya melaksanakan penyucian diri secara lahir dan batin, lalu memberikan sesajen kepada Sang Hyang Widhi, guna meminta keselamatan. Setelah rangkaian persembahyangan selesai, umumnya umat Hindu akan berkunjung ke sanak saudara.
Inti dari Galungan adalah manusia diharuskan bisa mengendalikan nafsunya, terutama nafsu buruk yang nantinya dapat mengganggu ketenteraman hidup. Menurut kepercayaan umat Hindu, hawa nafsu manusia terbagi menjadi tiga kala, yaitu:
- Kala Amangkutat (nafsu ingin berkuasa)
- Kala Dungulan (nafsu ingin merebut milik orang lain)
- Kala Galungan (nafsu ingin selalu menang dengan melakukan segala cara)
Selain itu, Galungan juga memiliki makna ucapan syukur umat Hindu atas semua berkat yang sudah mereka terima dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan terciptanya alam semesta beserta seluruh isinya.
Rangkaian Hari Raya Galungan :
- Tumpek Wariga (dilakukan 25 hari sebelum Galungan)
- Sugihan Jawa (dilakukan pada Kamis Wage wuku Sungsang)
- Sugihan Bali (dilakukan pada Jumat Kliwon wuku Sungsang)
- Hari Penyekeban (dilakukan pada Minggu Pahing wuku Dungulan)
- Hari Penyajan (dilakukan pada Senin Pon wuku Dungulan)
- Hari Penampahan (dilakukan sehari sebelum Galungan atau Selasa Wage wuku Dungulan) Hari Raya Galungan (Rabu Kliwon wuku Dungulan)
- Hari Umanis Galungan (dilakukan pada Kamis Umanis wuku Dungulan)
- Hari Pemaridan Guru (dilakukan pada Sabtu Pon wuku Galungan) Ulihan (dilakukan pada Minggu Wage wuku Kuningan)
- Hari Pemacekan Agung (dilakukan pada Senin Kliwon wuku Kuningan)
- Hari Kuningan (10 hari setelah Galungan)
- Hari Pegat Wakan (Rabu Kliwon wuku Pahang, sebulan setelah Galungan)
Terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan umat Hindu dalam perayaan Galungan, misalnya dengan sembahyang di rumah, sembahyang di pura, dan menyerahkan sesajen kepada Sang Hyang Widhi Wasa Selain itu, di Bali, perayaan Hari Raya Galungan identik dengan pemasangan penjor yang menghiasi tepi jalan. Penjor adalah bambu yang dihias sedemikian rupa sesuai tradisi masyarakat Bali setempat.
0 Komentar