Workshop Reviu Kurikulum dan Implementasi Kurikulum Merdeka
Kurikulum Merdeka dirancang Kemendikbudristek untuk mengatasi krisis belajar yang telah lama kita hadapi, dan menjadi semakin parah karena pandemi. Krisis ini ditandai oleh rendahnya hasil belajar peserta didik, bahkan dalam hal yang mendasar seperti literasi membaca. Hal ini karena terlalu lamanya kegiatan belajar secara online / pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang mengakibatkan adanya pembelajaran yang hilang (learning loss).
Oleh karenanya maka perlu dan harus diadakan pemulihan kualitas belajar yang merdeka, merdeka bagi siswa juga merdeka bagi guru dalam mengajar. Dalam hal ini tidak terlepas dari pentingnya kurikulum yang diterapkan pada sistem pendidikan dalam proses belajar mengajar. Kurikulum merdeka, adalah solusi yang dirancang Kemendikbudristek agar pembelajaran yang diberikan sesuai konsep pendidikan yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara dengan menerapkan materi yang esensial dan fleksibel sesuai dengan minat, kebutuhan, dan karakteristik dari peserta didik dengan mengutamakan pendidikan karakter. Ki Hajar Dewantara melarang adanya paksaan kepada anak didik karena akan mematikan jiwa merdeka serta kreativitasnya.
Menurut Mendikbudristek, kurikulum merdeka akan diterapkan mulai dari tingkat SD sampai SMA/SMK pada tahun pelajaran 2022/2023 secara bertahap. Oleh karena itu maka perlu persiapan yang matang dalam implementasinya agar pembelajaran dapat benar-benar terlaksana sesuai dengan karakteristik peserta didik yang bermacam-macam. Di sini diperlukan keterampilan pembelajaran berdiferensiasi pada setiap pendidik.
Untuk mempersiapkan itu semua maka SMA negeri 1 Banjar mengadakan workshop selama 4 (empat) hari tentang reviu kurikulum dan implementasi kurikulum merdeka pada tahun pelajaran 2022/2023.
Kegiatan ini berlangsung tanggal 20, 21, 23, dan 28 Juni 2022 yang dibuka secara langsung oleh Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikpora Provinsi Bali Drs. I Nyoman Ratmaja, M.Pd mewakili Kepala Disdikpora Provinsi Bali.
Materi yang diusung pada kegiatan ini, 1) Kebijakan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali tentang implementasi kurikulum merdeka, 2) Kurikulum Operasional Sekolah, 3) Penguatan Profil Pelajar Pancasila, 4) Pembelajaran Paradigma Baru dan Assesmen Pembelajaran, 5) Kebijakan Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pemulihan Pembelajaran, 6) Penyusunan draft Kurikulum Operasional Sekolah, 7) Platform Merdeka Mengajar, 8) Revisi Kurikulum 2013, 9) Analisis Capaian Pembelajaran, 10) Tujuan Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran, dan 11) Modul Ajar.
Sedangkan Narasumber yang memberikan materi adalah 1) Kabid Pembinaan SMA Disdikpora Provinsi Bali Drs. I Nyoman Ratmaja, M.Pd mewakili Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali, 2) Dr. I Putu Eka Wilantara, M.Pd. (Kepala SMA Negeri 3 Singaraja), 3) Ketut Darmayasa, S.Pd., M.Si. (Wakasek Kurikulum SMA Negeri 3 Singaraja), 4) Drs. Putu Arimbawa, M.Pd. (Pengawas Sekolah Madya Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali), 5) Dra. Ni Made Juni Anggreni, M.Pd. (Kepala SMA Negeri 1 Banjar), 6) Made Saputra, M.Pd., M.Si. (Pengawas Sekolah Ahli Madya Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali), 6) Ayu Ratna Puspaningsih, S.Pd., M.Pd. (Guru Muda SMA Negeri Bali Mandara), dan 7) Luh Emy Kertiasih, S.Pd., M.Pd. (Guru SMA Negeri Bali Mandara).
0 Komentar