SEJARAH

Sejarah berdirinya Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Banjar tidak terlepas dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. Dasar hukum berdirinya SMA Negeri 1 Banjar adalah Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0313/O/1993 tentang Pembukaan dan Penegerian Sekolah tahun pelajaran 1992/1993 tanggal 23 Agustus 1993. Walaupun demikian, SMA Negeri 1 Banjar yang berlokasi di desa Banyuatis kecamatan Banjar kabupaten Buleleng, telah menerima siswa untuk pertama kalinya pada tahun pelajaran 1992/1993, tepatnya bulan Juli 1992.

Berdirinya SMA Negeri Banjar di desa Banyuatis, karena kota kecamatan pada saat itu tidak siap dengan lahan untuk pendirian sekolah. Sementara itu ada desa lain yang siap dengan lahan yang luas, tetapi letaknya dinilai yang kurang strategis, baik dari segi geografis, transportasi, komunikasi maupun daya dukung siswa. Oleh karena itu pendirian unit gedung baru (sekolah) dilaksanakan di desa Banyuatis.

Pada penerimaan siswa baru yang pertama, SMA Negeri 1 Banjar belum mempunyai gedung tersendiri, sehingga proses penerimaan siswa baru dilaksanakan pada SMP Negeri 2 Banjar di Tabog. Untuk pejabat sementara Kepala SMA Negeri 1 Banjar dirangkap oleh Kepala SMP Negeri 2 Banjar. Selama satu tahun pertama proses belajar mengajar (PBM) dilaksanakan dengan menggunakan gedung SMP Negeri 2 Banjar.

Proses pembuatan unit gedung baru (UGB) untuk SMA Negeri 1 Banjar mulai dikerjakan pada tanggal 8 Februari 1993. Adapun lokasinya adalah di desa Banyuatis, kecamatan Banjar kabupaten Buleleng dengan menggunakan lapangan sepak bola yang merupakan produk padat karya masyarakat di kecamatan Banjar atas. Lapangan sepak bola  tersebut diserahkan kepada Dinas  Pendidikan yang selanjutnya digunakan untuk membangun unit gedung baru SMA Negeri 1 Banjar. Untuk pembangunan tahap pertama dibangun satu unit gedung kantor, dua unit ruang kelas (terdiri atas tujuh ruangan), satu gedung laboratorium dan satu papan nama. Selanjutnya pada tanggal 14 Juni 1993 dibangun kembali satu unit ruang kelas baru (yang terdiri atas dua ruangan).

Jika dibandingkan antara jumlah ruang belajar  yang tersedia dengan jumlah siswa yang belajar maka ruang kelas tidak mencukupi. Untuk itu proses belajar mengajar dilaksanakan dengan sistem double sheef. Akhirnya pada tahun 1996 dibangun kembali satu unit gedung baru yang terdiri dari dua ruangan hingga sejak saat itulah  proses belajar mengajar dapat berlangsung pagi hari.

Selanjutnya dengan berjalannya waktu secara bertahap dan terus menerus  upaya  peningkatan baik dari segi sarana fisik sekolah maupun sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki SMA Negeri 1 Banjar terus dilakukan. Beberapa pembangunan fisik diantaranya gedung perpustakaan, ruang kelas baru, ruang laoratorium komputer, laboratorium Biologi, laboratorium kimia, dan laboratorium bahasa, WC, pemagaran, penataan pertamanan, prasarana olahraga, penataan parkir, kantin dan lain sebagainya secara bertahap mulai dibagun.  Sementara itu jumlah tenaga pendidik dan  tenaga kependidikanpun  juga terus dilengkapi secara bertahap. Seiring dengan semakin bayaknya animo masyarakat yang ada di sekitarnya untuk menyekolahkan anaknya ke SMA Negeri 1 Banjar. Hal ini dapat dilihat dari jumlah pendaftar siswa SLTP ke SMA Negeri 1 Banjar setiap tahunnya semakin banyak.